Detik-Detik Eksekusi Mati Rio Martil
PURWOKERTO, KAMIS - Lewat tengah malam ini, Kamis (7/8 ), habis sudah masa 3×24 jam penantian eksekusi terhadap Rio Alex Bullo (30), terpidana mati kasus pembunuhan berantai yang terjadi tahun 1997-2001.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati, maksimal tiga hari sejak permintaan terakhir terpidana dikabulkan, eksekusi bisa dikabulkan.
Senin (4/8) permintaan Rio sudah dikabulkan, yaitu bertemu dengan isterinya Tuti Alawiyah dan ketiga anaknya Jerry, Jessica, dan Jenny. Mereka bertemu di LP Purwokerto, Senin malam. Hari Senin itu juga Rio sudah menandatangani berita acara eksekusi. Sesuai ketentuan pula eksekusi dilakukan secara tertutup. Tidak boleh dipublikasikan.
Sebelumnya, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Monang Pardede mengatakan bahwa ketentuan pelaksanaan eksekusi dilakukan dalam kurun waktu 3×24 jam setelah terpidana masuk sel isolasi atau setelah penandatangan berita acara pelaksanaan eksekusi.
Rio Alex Bulo sudah mendekam di sel isolasi LP Purwokerto sejak Minggu (3/8), sekitar pukul 23.00 WIB, setelah sebelumnya berada di LP Pasir Putih di Pulau Nusakambangan, Cilacap.
Namun, hingga Kamis (7/8) dinihari belum ada tanda-tanda kapan eksekusi akan dilaksanakan. Puluhan wartawan masih berkerumun di depan LP Purwokerto. Lebih dari seratus masyarakat juga ikut berkumpul di sana. Laiknya wartawan, sebagian masyarakat juga terlihat membawa kamera foto maupun kamera video.
Rio Alex Bullo divonis mati Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto karena melakukan pembunuhan sadis terhadap seorang pengacara terkenal sekaligus pemilik persewaan mobil di Purwokerto, Jeje Suraji (39), di Hotel Rosenda Baturaden, 21 Januari 2001.
Selama 1997-2001, terpidana telah membunuh sedikitnya empat orang pemilik atau pengelola rental mobil. Pembunuhan itu merupakan cara terpidana untuk membawa lari mobil yang disewa dari para pemilik atau pengelola rental tersebut.
Setiap melancarkan aksinya, terpidana selalu menyiapkan dua buah martil untuk memukul kepala korbannya. Karena itu pula, terpidana diberi julukan Rio Si Martil Maut. Namun, selama mendekam di LP Nusakambangan, terpidana juga pernah membunuh teman satu penjaranya, Iwan Zulkarnaen.
info : kompas










mampir lagi ya !! jangan jemu-jemu walau sekedar lewat, jangan bosen-bosen untuk meninggalkan jejak !!
terimakasih atas kunjungannya teman-teman ...
salam
( dhie )
Welah…edan tenan………
Saya sih kurang setuju dengan hukuman mati.Mendingan hukum seumur hidup.Karena semua orang bisa berubah.Kematian seseorang ada di tangan Tuhan.Semoga orang yang dihukum mati sebelumnya sudah bertobat.
opone sing edan?
keduaxx…
weleh-weleh… ngeri oi…
nono @ http://mywrotes.wordpress.com
mantap… edan… gila…
btw, martil apaan sih?? bahasa mana??
salam kenal, main balik ya ke: http://diazhandsome.wordpress.com
Semoga diampuni segala dosa-dosanya
Inalillahi,bikin postingan kok serem bener mas. Th ini sptnya Indonesia lagi trend eksekusi mati ya.Lam kenal.
haiiiiii ssalam kenal aja yahhh buat yang punya blog
=> danangak
kalau dipikir-pikir bener juga, tapi klo di penjara seumur hidup ujung-ujungnya nanti ada pemotongan masa hukuman trus nanti nggak jadi seumur hidup. belum lagi keluarga korban yg ga trima. masih ada lagi !! tapi klo ga dihukum mati nanti penjahat ga jera… aahhh pusing dech !!
=> diazhandsome
martil itu palu lho
heeee
=> kangdim
amiin …
=> mancung64
wahhh … aku bukan mas
tpi ya udh salam kenal juga
=> tumin
salam kenal juga
terimaksih buat semua udah mampir
heee …
tentu saja hukuman yg tepat adalah dengan martil lagi, sangat enak sekali mati dengan ditembak.. kalo pake martil lagi kan seru tuh.. kelojotan dulu.. baru mati.. tapi sudahlah.. semoga jadi contoh, contoh keburukan bagi kita semua agar bisa mengambil pelajaran..
ah, anyway dan btw, numpang iklan layanan masyarakat: dalam rangka kampanye sehat, bike to work, hemat bbm, anti-global warming, dalam rangka hari pemuda dan ultah kota karawang: ikutilah: http://masbadar.wordpress.com/2008/07/31/ika-fun-bike-2008-karawang-kampanye-sehat-dan-hemat-berhadiah-motor-pc-tv-hp-dll/
Hukuman mati bukan melanggar HAM, tetapi mengikuti kadar kejahatan seseorang, sama seperti orang sakit, maka kadar dosisnya harus tepat, supaya hasilnya baik, sebab kl dikatakan melanggar HAm, emang pembunuh itu pas membunuh tidak melanggar HAM, dan bagaimana pandangan keluarga yg menjadi korban, pd kasus lidya pratiwi, keluarga korban ko ngebet minta, yg membunuh anaknya mati juga, padahal pengacaranya hotma sitompul, yg menentang hukuman mati, kita bisa ngomong krn, bukan kita yg jadi korban, lagian kl dipenjara, hanya menambah anggaran yg alangkah lebih baik dialokasikan ke org2 miskin
numpang nampang diriku…..
lam kenal semuanya….
koq hukum matinya pake ditembak ya…
dikirain pake martil juga
Selamat menikmati akherat aja deh buat si rio martil….:D
Kita ambil pelajaran saja semua peristiwa ini.
sudah mati ya???lam kenal… kalo sempet mampir ke rumah designku http://www.chowzn.wordpress.com
yup, salam buat malaikat neraka buat mas rio,…
seorang penjagal tidak perlu di anggap sebagai seorang pahlawan pada saat eksekusi dia didepan mata,….
salah kaprah anda, jika anda membela dia, sebab sudah berapa nyawa yang dia ambil dengan tangan dinginnya, memang kontrovesi hukuman mati selalu jadi topik hangat untuk diperdebatkan, namun, si rio martil ini sudah lebih dahulu mengambil kekuasaan tuhan dengan menyabut nyawa korbannya….
salut buat penegak hukum indonesia
dagh berani bertindak mengeksekusi para penyakitan ini.
dan ini mudah2an menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan.
saya mendukung HUKUMAN MATI tetap ada…
dan jangan membela mereka yang telah berdosa, ini adalah derita korbannya yang harus dirasakannya juga…
demikian
saya tdk setuju hukuman mati.. seumur hidup aja…. meski ada hukuman mati, manusia tdk jera2 berbuat dosa kok.. ada nggak manusia yang tdk berdosa sehingga bisa menghakimi manusia lain dengan sempurna..? hanya Tuhan yang berhak mengakhiri hidup ciptaanNya
Semoga diterima di sisiNya. Hidup dan mati seseorang ditentukan olehNYa.
Setau kami tentang Rio Alex Bulo (RAB):
belum menikah
agak gemuk
tinggal di menteng jakarta
anak seorang anggota DPR dari DPD Papua
lebih cakap dibanding yg selalu ditampilkan di TV
apakah ini intrik ataukah yg ditampilkan dari TV dan media diperankan oleh model?
lalu apakah Rio Alex Bulo asli yg memang melakukan pembantaian itu sudah dieksekusi? ataukah justru masih bebas berkeliaran? …. ini masih sangat penuh tanda tanya
Lalu wajah siapa yg selalu ditampilkan dari TV dan media lainnya, apa ini tumbal dari RAB? Kasihan sekali
Lalu siapa itu Tuti Alawiyah (yg katanya istri RAB)
Ataukah dalam hal ini ada 2 orang yg bernama Rio Alex Bulo???
Ataukah RAB memang diganti dengan orang lain, seperti yang pernah ditepis dirjen LP