Geng Nero, Bikin Resah ..

wahhh .. ngeri .. jangan di tiru ya teman-teman ..
bangsa Indonesia membutuhkan generasi penerus yang nggak brutal !!
sangat menyedihkan😦 masih ABG udah seperti ini trus klo udah dewasa nanti seperti apa jadinya ??

Empat pelajar putri sebuah sekolah menengah atas yang menjadi pentolan geng Nero di Juwana, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (14/6) ditetapkan sebagai tersangka. Dari rekaman sebuah telepon genggam, mereka terbukti melakukan kekerasan secara bersama-sama.

Penangkapan geng nero berawal dari laporan masyarakat dan beredarnya video aksi kekerasan Geng Nero di Gang Cinta, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana di kalangan masyarakat.

Keempat orang anggota geng nero tersebut terdiri atas Ratna, Yunika, Maya, dan Tika, yang masih duduk di bangku kelas I SMU yang berbeda-beda di Kabupaten Pati.

Menurut Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasat Reskrim AKP Sulkhan, di Pati, Jumat, penangkapan dilakukan di rumah masing-masing anggota yang berada di Kecamatan Juwana tanpa perlawanan.

Ia mengakui, penangkapan tersebut berkat laporan dari masyarakat dan penyebaran video rekaman kekerasan mereka.

Beliau juga menerangkan, anggota Geng Nero enam orang. ”Saat ini hanya tinggal empat orang. Dua orang lainnya sudah pindah, ke Bali dan Jogjakarta,” terangnya.

Meski telah berkurang dua orang, geng itu tetap beraksi. Namun, baru empat orang korban yang berani melapor polisi. Dan, hingga kemarin, polisi masih memeriksa saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

Dalam video rekaman kekerasan geng tersebut, korban yang bernama Lusi, siswi kelas III SMP mendapat tamparan secara bergantian oleh anggota geng tersebut. Bahkan, korban sempat diludahi pelaku.

Ratna, salah satu anggota Geng Nero, mengakui, aksi kekerasan tersebut timbul karena ada masalah dengan Lusi.

Lantas, dia menceritakan permasalahan yang dihadapinya kepada ketiga temannya.

Sedangkan pembuatan rekaman video tersebut, dilakukan sekitar April lalu di Gang Cinta.

Saat aksi kekerasan dilakukan, Ratna, siswi SMU di Juwana mengaku, tidak ikut memukuli Lusi. “Yang menampar Lusi adalah Tika sama Yunika,” kata Ratna.

Sedangkan Tika, siswi kelas I di SMU Juwana mengakui, dirinya ikut menampar Lusi sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap temannya yang dihina oleh korban.

Menurut pengakuan sejumlah pelaku, terbentuknya geng nero saat mereka masih duduk dibangku SMP.

Atas perbuatan itu, pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang Kekerasan. Ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

H Jamari, anggota komite sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan menjelaskan, nama Geng Nero bukan tanpa arti. Nero berasal dari kata neka-neka dikeroyok (macam-macam dikeroyok). Ketika ada pelajar putri yang dianggap macam-macam oleh geng tersebut, mereka tak segan menculik dan menganiaya.

Menurut dia, pihak sekolah mengetahui kasus itu sekitar sebulan terakhir. ”Pihak sekolah sudah memanggil orang tua para anggota Geng Nero,” jelas Jamari

~ oleh dhieeewhe pada 16 Juni 2008.

5 Tanggapan to “Geng Nero, Bikin Resah ..”

  1. walah mas dan mbak, kalau remaja sekarang itu berbuat brutal maka wajar. Mereka kan meneladani para orang tua yang mengaku ulama yang juga suka anarkis.

  2. wahh … hidup itu khan pilihan .. harusnya kita bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak !!
    apalagi klo pilih seseorang untuk dijadikan teladan, lihat2 donk !! jangan asal aja🙂
    hee

    ^_^

  3. ada link buat downloads videonya ga???

  4. di youtube.com ada, bisa kok nyari🙂

    atau permisi di

    ^_^

  5. cewek ko’ tingkahnya melebihi hewan seeh..
    kita ini manusia non mbok yo klo cewek itu yg lemah lembut dikit donk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: