Mr XX bisa jadi Korban Ryan ke 12

setelah identitas Mr X ternyata adalah Asrori kini polisi di sibukkan dengan Mr XX yang semula dikira  Asrori

Identitas mayat pria tak dikenal atau Mr XX yang ditemukan di kebun tebu Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang, hingga kini belum terkuak. Namun, sebagaimana dugaan polisi, penelusuran wartawan Surya juga mengerucut pada dugaan kuat bahwa Mr XX itu adalah Fauzin Suyanto (29), warga Kelurahan Ploso, Nganjuk, bukan Asrori.

Bahkan, petunjuk-petunjuk yang ditelusuri Surya mengarahkan pada dugaan kuat bahwa Fauzin adalah salah satu korban pembunuhan Ryan (30). Jika demikian adanya, berarti korban Ryan bertambah 1 sehingga total 12 orang. Saat ini dinyatakan jumlah korban Ryan 11 orang, 10 di antaranya dikubur di belakang rumah orangtuanya di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang; dan seorang korban dibunuh dan dimutilasi di Margonda, Depok.

Dugaan Surya bahwa Fauzin Suyanto alias Uyik itu adalah korban Ryan didasarkan pada beberapa petunjuk, di antaranya identifikasi melalui otopsi yang dilakukan RSU Jombang terhadap mayat Mr XX nyaris persis dengan ciri-ciri Fauzin yang disebut keluarganya. Yakni, struktur gigi tidak rata, tinggi badan sekitar 160 cm, dan ada luka bekas knalpot di salah satu kaki. “Ciri-ciri mayat Mr XX yang disebutkan pihak berwenang selama ini memang mirip dengan ciri-ciri fisik adik saya,” kata Sudarsih, kakak kandung Fauzin, saat ditemui di rumahnya di Jl MT Haryono, Kelurahan Ploso, Kabupaten Nganjuk, Kamis (4/9).

Menurut Sudarsih, kepolisian telah beberapa kali mendatangi rumahnya. Terakhir pada 2 September lalu. “Mereka ingin mengorek lebih jauh data tentang Fauzin. Polisi juga membawa sarung tangan, foto, dan ijazah yang ada cap jari Fauzin,” jelas Sudarsih.

Membaca ciri-ciri Mr XX di media, firasat Sudarsih mengatakan bahwa mayat di kebun tebu itu adalah Fauzin, adiknya. Apalagi, imbuhnya, pembunuhan Mr XX itu disebut polisi terjadi pada 22 September 2007 (kendati mayatnya baru ditemukan 29 September 2007). Padahal, Fauzin terakhir kali pamit pergi dan tak kembali hingga kini pada 21 September 2007.

“Saat itu sehabis buka puasa. Dia pamit pergi dengan membawa sepeda motor Supra Fit AG 2426 VM,” kata Sudarsih. Selain kemiripan ciri-ciri dengan Mr XX, yang bisa mengaitkan Fauzin dengan Ryan adalah sejumlah SMS di HP Fauzin yang dititipkan kepada sahabatnya, Fitri Sumayah. Banyak SMS mesra yang dikirim dari orang yang bernama Ryan.

“Saya yang ikut membaca SMS dari Ryan itu jadi terhanyut. Kalimatnya puitis. Pokoknya isi SMS-nya sangat indah seperti halnya kalau seseorang sedang dimabuk asmara,” ujar Fitri (28), sahabat sekaligus tempat curhat Fauzin, kepada Surya beberapa waktu lalu.

Fitri, teman Fauzin di jurusan Bahasa Inggris STKIP PGRI Nganjuk, memperkirakan, sahabatnya itu belum setahun bergabung dengan komunitas gay, terutama para gay yang sering “kopi darat” di kawasan Puhsarang, Kabupaten Kediri. Polisi sebelumnya menyatakan Ryan kerap mengunjungi Puhsarang.

Karena itu, saat disidik di Polda Jatim, 23 Juli lalu, Ryan sempat digelandang juga ke Kediri untuk menunjukkan lokasi-lokasi yang mungkin menjadi tempat pertemuan atau pembunuhan Ryan dengan para korbannya.

Tidak Kenal

Hal lain yang mengarahkan dugaan bahwa Mr XX adalah Fauzin yang sekaligus korban ke-12 Ryan adalah karena Imam Khambali alias Kemat (34) dinyatakan tidak mengenal Fauzin. “Kami tidak pernah tahu Kemat berteman atau kenal dengan orang bernama Fauzin, Uyik, maupun Antonius, warga Nganjuk. Kalau Fauzi yang biasa dipanggil Uzi, anak sini saja, memang ada. Tapi dia masih hidup dan kerjanya ngarit (cari rumput) di ladang,” kata Sumarmi, kakak Kemat, saat ditemui Jumat (5/9).

Selama ini polisi meyakini bahwa Kemat, Devid Eko Priyanto (17), dan Maman Sugianto alias Sugik (26) sebagai pembunuh Mr XX di kebun tebu tersebut. Bahkan, Kemat dan Devid (keduanya warga Kecamatan Perak, Jombang) telah divonis masing-masing 17 tahun dan 12 tahun. Sedangkan Sugik masih menjalani proses hukum. Ketiganya kini mendekam di LP Jombang.

Sebelumnya disebutkan polisi bahwa Mr XX itu adalah Asrori, tetangga Kemat, yang dibunuh karena alasan cemburu. Namun, hasil tes DNA menunjukkan bahwa Asrori yang sesungguhnya adalah mayat yang dikubur di belakang rumah Ryan.

Hasil tes DNA itu sekaligus mengarahkan bahwa Devid dkk merupakan korban salah tangkap karena pembunuh Asrori sebetulnya adalah Ryan. Ditemani anaknya, Suciati dan Eka Lisnawati, Sumarmi heran dengan pernyataan-pernyataan pejabat Polri yang berubah-ubah, seolah berupaya menutupi adanya salah tangkap. “Semuanya sudah jelas. Berdasarkan uji DNA, Asrori itu mayatnya dikubur di belakang rumah Ryan. Mengapa fakta seperti itu masih mau dibalik-balik lagi?” timpal Eka, keponakan Kemat yang paling dekat dengan Kemat.

Hal senada dikatakan Siti Rohana, ibunda Devid. Menurut dia, Devid termasuk anak pendiam dan tidak punya banyak teman, apalagi di Nganjuk. “Setelah lulus STM, dia membantu di salon milik Kemat. Dengan anak-anak muda di sini saja dia tak begitu akrab, apalagi dengan orang Nganjuk yang jauh dari Jombang. Dia tidak pernah cerita punya teman bernama Fauzin,” kata Rohana. Keterangan serupa diungkap Mulyono, ayahanda Maman Sugianto alias Sugik. Sepengetahuannya, Sugik tidak pernah punya teman bernama Fauzin atau Uyik atau Antonius.

Secara terpisah, penasihat hukum korban salah tangkap itu, HM Dhofir SH, juga heranan jika ketiganya masih diyakini membunuh mayat di kebun tebu atau Mr XX itu. “Bagaimana mungkin, mayatnya saja belum diketahui identitasnya dan masih dalam penyelidikan kepolisian, kok sudah ada yang diadili karena membunuhnya,” kata Dhofir. Lebih-lebih lagi, lanjut Dhofir, jika melihat motif yang dituduhkan adalah cemburu.

“Mayat saja belum teridentifikasi kok bisa dituduh membunuh karena cemburu, ini kan aneh,” kata Dhofir. Dhofir berharap pada lanjutan sidang Maman dengan agenda putusan sela minggu depan, majelis hakim bisa bertindak bijaksana dan memutuskan seadil-adilnya.

Sementara itu, seorang kerabat Ryan yang menolak diungkap identitasnya mengatakan,  tidak tertutup kemungkinan masih ada korban keganasan pria gay itu yang belum terungkap. “Berdasarkan keyakinan pihak keluarga, saat ini kemungkinan Ryan masih diselimuti kabut gaib yang melindungi dan mengendalikan dirinya sehingga dia menolak mengungkapkan korban lainnya,” kata kerabat itu, Jumat (5/9).

Pengalaman sebelumnya menunjukkan demikian. Ketika awalnya mengaku kepada polisi tak ingat dengan identitas seorang korbannya yang dikubur di belakang rumahnya, Ryan akhirnya mengaku. Mayat itu diakuinya sebagai Asrori alias Aldo. Padahal, sebelumnya Ryan selalu lupa dengan mayat itu meskipun sudah disodori fotonya.

Sementara itu, sejak kasus Ryan berkembang menjadi persoalan salah tangkap, para pejabat Polda Jatim kini sulit dimintai keterangan. Termasuk dugaan keterkaitan Mr XX dengan Ryan. Para petinggi Polda Jatim yang sebelumnya mudah dimintai keterangan tentang kasus Ryan, kini meminta wartawan langsung berhubungan dengan Mabes Polri.

“Sebenarnya tidak masalah selama apa yang kita sampaikan sesuai fakta di lapangan. Tapi mungkin ada kebijakan lain dari Mabes Polri sehingga harus satu suara dalam menjelaskan masalah ini kepada wartawan,” ujar sumber Surya di Polda Jatim. (st8/k2/tja)

info : surya

~ oleh dhieeewhe pada 6 September 2008.

Satu Tanggapan to “Mr XX bisa jadi Korban Ryan ke 12”

  1. sudah terkuak lho. Memang itu mayat Fauzin bukannya Asrori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: