Kasus Mutilasi Sadis dan Profesional

wuuihhh … ngeri dech !! https://i2.wp.com/www.websmileys.com/sm/sad/1004.gif https://i0.wp.com/www.websmileys.com/sm/sad/310.gif mau lebaran kok malah gini ???!! https://i0.wp.com/www.websmileys.com/sm/sad/310.gif https://i0.wp.com/www.websmileys.com/sm/sad/310.gif

manusia kok semakin ga berperasaan ya .. jangan dech https://i2.wp.com/www.websmileys.com/sm/mad/011.gif https://i2.wp.com/www.websmileys.com/sm/mad/011.gif kasus semacam ini https://i1.wp.com/www.websmileys.com/sm/violent/sterb035.gif berkelanjutan  https://i2.wp.com/www.websmileys.com/sm/mad/011.gif

PEMBUNUHAN dengan cara dipotong-potong (mutilasi) kembali terjadi di Jakarta. Kali ini, pelakunya terbilang nekat, berani, sekaligus ahli.

Kemahiran dan profesionalisme pelaku, kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Cakung, Komisaris Yayat Popon, dapat dilihat dari tidak disertakannya telapak tangan dan kepala bersama potongan tubuh lain yang dibuang di kolong tempat duduk di dalam bus Mayasari Bhakti P-64 jurusan Kalideres-Pulogadung.

Potongan kepala, khususnya raut muka dan gigi adalah bagian tubuh yang jamak digunakan untuk memudahkan identifikasi korban. Dengan melihat raut wajah, termasuk potongan rambut, orang-orang terdekat korban akan mudah mengenalinya.

Jika itu masih sulit, biasanya struktur gigi bisa menjadi kunci untuk mengenali korban dari sisi forensik. Banyak korban ledakan bom atau korban terbakar biasanya dikenali lewat gigi.

Tidak adanya telapak tangan juga menyulitkan polisi mengenali identitas korban. Sebab, dari telapak tangan biasanya polisi bisa menadapatkan sidik jari yang merupakan salah satu metode identifikasi korban pembunuhan. Secara ilmiah, sidik jari adalah sesuatu yang unik dan khas dari seseorang. Setiap orang mempunyai rumusan sidik jari yang tidak mungkin sama persis dengan orang lain.

Tidak adanya potongan kepala dan telapak tangan, polisi memang tidak akan cepat bisa mengenali korban. Memang masih ada metode ilmiah lain yang biasa dipakai, yakni tes DNA (deoxyribo nucleat acid). Akan tetapi metode ini butuh waktu dan butuh DNA pembanding yang diambil dari jaringan sel keluarganya, biasanya ibu. Lha bagaimana mau mencari pembandingnya kalau dugaan identitas korban saja belum ada?

Padahal, identitas korban sangatlah penting bagi polisi untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan. Sebab, pengungkapan kasus pembunuhan biasanya selalu bisa cepat dilakukan jika identitas korban diketahui.

Polisi biasanya akan memulai penyelidikan dengan memeriksa orang-orang terdekatnya, dengan siapa saja korban terakhir bertemu, bagaimana relasi korban dengan orang-orang terdekat, atau informasi-informasi yang berkait dengan perilaku korban semasa hidupnya, khususnya saat-saat terakhir.

Di jajaran kepolisian, sudah jamak dikenal bahwa kasus pembunuhan 75 persen bisa terungkap jika identitas korban diketahui.

Pelaku nekat

Kecanggihan atau bahkan tingkat sadisme pelaku mutilasi yang korbannya ditemukan di dalam bus Mayasari Bhakti itu juga bisa dilihat dari caranya memotong-motong tubuh korban. Berbeda dengan kasus mutilasi sebelumnya yang biasanya dipotong di persendiannya, dalam kasus terakhir ini pemotongan dilakukan dengan menyayat dan mengiris daging korban seperti halnya mencincang daging hewan yang mau dijual. Bahkan ada kesan korban tidak hanya dipotong-potong, melainkan dikuliti!.

Melihat cara pemotongannya, bukan tidak mungkin tingkat kemarahan pelaku pada korban sudah sangat luar biasa. Bisa jadi ia sangat sakit hati atau sangat dendam. Entah karena alasan apa.

Selain profesional dan sadis, pelaku tampaknya juga tergolong orang nekat dan berani. Bayangkan, ia membawa-bawa potongan tubuh manusia dengan hanya menempatkannya di tas plastik ke tempat umum.

Ini luar biasa. Sebab, yang namanya daging itu kan barang mudah berbau. Kalau dibiarkan berlama-lama di dalam bus pasti akan mudah tercium penumpang lain.

Bisa jadi, ia memang tidak mempunyai cukup alat atau sarana untuk membuang potongan tubuh korban yang lebih aman, seperti tas koper atau mobil pribadi maupun taksi. Jika ini benar, kemungkina pelakunya berasal dari masyarakat kelas bawah yang tak punya ongkos untuk menumpang taksi sekali pun.

Kalau pun benar ia berasal dari kelompok kelas bawah, membawa-bawa daging segar ke dalam bus yang penuh sesak saat arus mudik seperti sekarang ini tetap diperlukan keberanian luar biasa.

Atau, ia memang seorang eksibionis yang justru merasa puas kalau bisa menunjukkan dirinya hebat? Entahlah!

Yang jelas, kali ini polisi punya PR lebih berat dari sekadar mengusut mutilasi yang dilakukan Verry Idham Henyansyah alias Ryan yang kebetulan “ember” yang ceroboh menggunakan kartu ATM korbannya untuk menarik tunai uang milik korban.

Apakah adanya potongan alat kelamin korban juga bisa menjadi petunjuk bahwa korban dan pelaku mempunyai hubungan asmara bermotif seks? Bisa jadi. Sebab, pembunuhan dengan modus mutilasi sebagian besar memang berkait dengan hal-hal seperti itu.

Meski akan lebih sulit, keberhasilan mengungkap kasus mutilasi yang kemudian berkembang menjadi pengungkapan kasus pembunuhan berantai oleh Ryan akan menjadi modal sangat besar bagi polisi untuk mengungkap kasus mutilasi di bus Mayasari Bhakti itu. Semoga!

info : kompas

~ oleh dhieeewhe pada 30 September 2008.

2 Tanggapan to “Kasus Mutilasi Sadis dan Profesional”

  1. Inilah akibatnya jika kita mentoleransi kaum homoseksual, kejahatan dan pembunuhan sadis seperti mutilasi jadi melanda bangsa. Ditambah lagi kemerosotan moral dipicu oleh seks bebas. Menjijikkan. Kita semua harus melakukan langkah-langkah tegas untuk melindungi generasi muda dari pengaruh kebejatan kaum sodom gomorah ini, agar moral bangsa kita tetap terjaga dan memastikan indonesia tetap terdepan dalam kancah internasional.

  2. Nggak bisa donk mehakimi semua kaum homoseksual seperti itu!
    Moral itu semua balik ke individunya mas???
    Hallo???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: