Manusia Kawat di Liput TV Hongkong & Jerman

Sorotan media terhadap Noorsyaidah, warga Bukit Pelangi, RT 27, Desa Teluk Lingga, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim),  seakan tak ada habisnya. Puluhan kawat berkarat yang secara ajaib tumbuh di perut dan dadanya tak hanya menarik perhatian media lokal tapi juga mengundang rasapenasaran sejumlah pers asing.

Terbukti, setelah mendapat kunjungan dari salah satu stasiun televisi dari Jerman beberapa pekan lalu, kini dalam waktu dekat Noorsyaidah diminta kesediaanya untuk diliput langsung oleh salah media TV yang berbasis di Hongkong. “Saya juga nggak tahu kenapa. Baru-baru ada wartawan dari Jerman yang meliput saya sewaktu di Samarinda. Nah sekarang ada adalagi televisi dari Hongkong yang mau juga wawancara,” ujar Noorsyaidah, kemarin.

Dan seperti biasa, Noorsyaidah yang selalu berusaha berpikir positif panyakit dia alami, tak pernah menolak permintaan tersebut. Ia justru menganggap perhatian publik yang demikian antusias punya berkah tersendiri. Puluhan kawat berkarat yang tumbuh dan hilang di perut dan dadanya selama hampir 17 tahun terakhir menurutnya sudah tak perlu lagi ditutupi.

“Sudah tidak adalagi yang perlu disembunyikan. Mungkin seluruh dunia sudah tahu. Saya berharap semoga ini ada berkahnya. Dan tidak lantas dikatakan ingin cari sensasi,” tuturnya. Anehnya, meski mengaku tak pernah putus ada, Noor tidak pernah lagi berdoa untuk sembuh. Bahkan Ia juga menolak keras jika ada pihak yang mendoakan kesembuhannya.

Lalu apa yang diharapkan Noor? Dengan lugas ia menuturkan bahwa saat ini Ia hanya ingin Tuhan memberikan hal terbaik buatnya. Kesembuhan, lanjut Noor tidak bermakna jika pada akhirnya hanya menimbulkan fitnah atau akibat buruk bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan terutama agama Islam yang dianutnya.

“Kalau dikatakan mau sembuh, tentu semua orang mau. Tapi saya tidak pernah berdoa untuk sembuh. Saya juga tidak ingin didoakan supaya lekas sembuh. Saya hanya selalu berdoa yang terbaik dari Allah. Kalau jalannya adalah sembuh saya bersyukur, tapi kalau harus tetap begini saya juga ikhlas. Makanya saya berharap orang-orang mendoakan saya supaya dapat yang terbaik dari Allah,” tuturnya.

Kendati demikian, Noor menegaskan bahwa prinsip itu tak lantas membuatnya enggan untuk berobat.  Pasalnya, saat ini Pemkab Kutim telah menawarkan kesediaan untuk menfasilitasinya berobat ke rumah sakit manapun, baik di dalam maupun luar negeri. Hanya Ia belum bisa mengambil keputusan sebab Ia merasa punya tanggung jawab moral terhadap kelanjutan majelis Taklim Annisa dan TK Tunas Bangsa yang telah lama  dibina. Noor tidak ingin kerja kerasnya selama beberapa tahun itu terhenti begitu saja jika Ia tinggal untuk berobat.

“Saya sudah ditawari pemerintah untuk berobat mau di dalam atau luar negeri terserah saya. Cuma sekarang belum bisa saya putuskan. Saya tidak ingin pengajian dan TK saya itu macet gara-gara ditinggal berobat. Seperti dulu-dulu, kasihan anak-anak saya,” katanya dengan nada gundah.

Ditanya soal adanya spekulasi yang menyatakan bahwa kawat-kawat yang di tubuh Noor banyak gugur? Noor dengan senyum yang mengembang menjawab informasi itu keliru. Bukannya hilang kawat-kawat itu justru semakin bertambah hingga diperkirakan mencapai sekitar 45 buah. Hanya diakui bahwa selama bulan puasa, ia memang sering mendapat mimpi aneh. Dalam mimpi itu, Noor mengaku seakan-akan tidur di atas awan, antara bintang-gemintang, dan seluruh kawat-kawat yang memenuhi perutnya hilang. Anehnya, mimpi itu berulang-ulang hampir setiap malam.

“Memang saya merasakan Ramadhan baru-baru sebagai berkah, hampir tiap malam saya mimpi tidur di atas dan seluruh kawat-kawat ini hilang. Tapi saat bangun, saya baru sadar kalau itu cuma mimpi. Cuma saya tetap sujud syukur, sungguh nikmat Allah sangat besar,” katanya.

Bupati Kutim Awang Faroek Ishak membenarkan telah menginstruksikan kepada bawahannya untuk membujuk Noorsyaidah agar mau berobat secara medis agar puluhan kawat berkarat yang tumbuh secara ajaib di perut dan dadanya dapat hilang.
Tawaran berobat secara medis ini tak hanya berlaku untuk rumah sakit yang ada di Indonesia, tapi juga ke luar negeri, jika hal itu yang diinginkan Noorsyaidah.

“Sudah berulang kali saya instruksikan kepada bawahan (Dinas Kesehatan Kutim) agar membujuk Noorsyaidah untuk berobat. Kalau perlu ke luar negeri kalau memang itu maunya,” ujar Awang saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi Pemkab Kutim, di ruang serbaguna, Selasa (7/10).

Kendati demikian, Awang tidak bersedia merinci total biaya pengobatan yang disiapkan untuk Noor. Ia hanya memastikan bahwa sepenuhnya biaya pengobatan yang timbul selama pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab Kutim. “Pokoknya semuanya akan kita tanggung. Tidak ada seperpun yang akan dibebankan kepada penderita,” ungkapnya.  (*)
info :  tribunkaltim

~ oleh dhieeewhe pada 8 Oktober 2008.

Satu Tanggapan to “Manusia Kawat di Liput TV Hongkong & Jerman”

  1. menyentuh hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: