“Pisowanan Agung” Yogyakarta

SEDIANYA hari ini, Selasa 28 Oktober di Alun-alun Jogjakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X akan menyatakan kesediaannya untuk maju sebagai calon presiden 2009. Kurang lebih 350 ribu rakyat Jogjakarta akan mendengarkan secara langsung kesediaan Sri Sultan dalam gelaran acara Pisowanan Agung yang juga dihadiri para utusan dari seluruh Indonesia.

Banyak kalangan yang penuh harap, Sri Sultan mau didaulat sebagai capres. Di sisi internal partainya, Partai Golkar, paling tidak untuk membangun sistem demokrasi secara internal. Terlebih, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla secara berterus terang sudah memberikan dukungan bila Sri Sultan berkeinginan maju.

Capres independen dari Partai Golkar Yuddy Chrisnandi ‘bersemangat’ memberikan dukungan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X. Paling tidak, kesiapan Sri Sultan ini memberi semangat kepada kader Golkar lain untuk tidak takut mendeklarasikan diri sebagai calon orang nomor 1 di negeri ini.

“Saya penuh harap, Sri Sultan mau menyatakan kesiapannya untuk maju. Paling tidak, kader-kader Golkar yang memang potensial menjadi bersemangat. Secara eksplisit pernyataan Sri Sultan bila memang berani maju, tentu akan mendapat dukungan penuh dari kader-kader Golkar,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti memprediksi, beberapa partai lain saat ini sudah akan menyatakan dukungannya kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X. Dan belum tentu, Golkar saat ini berani menyatakan dukungannya kepada Sri Sultan.

“Sri Sultan pasti mau menyatakan, meski dengan pernyataan yang malu-malu. Yang jelas, pertarungan pertama beliau adalah di Partai Golkar. Bila Golkar mencapai 25 persen pada Pemilu legislatif, niscaya posisi Jusuf Kalla akan menguat dan akan mantap mengambil posisi RI 2,” papar Ray Rangkuti.

“Akan tetapi, bila suaranya bisa lebih dari 25 persen, maka, para kandidat calon presiden dari Partai Golkar akan makin menguat bahkan berani melewati Jusuf Kalla. Ini yang menjadikan posisi Sri Sultan menjadi mudah. Tapi, Sri Sultan harus berkeringat dulu untuk bisa melawan kubu Akbar Tanjung yang saat ini posisinya masih kuat di internal Golkar,” katanya.

Sementara di kalangan internal PDI Perjuangan, figur Sri Sultan tetap menjadi incaran. Sumber di petinggi partai berlambang banteng yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, Sri Sultan kini posisinya saling kejar-kejaran dengan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid untuk menjadi wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.

“Baik pak Hidayat dan Sri Sultan, sudah sama-sama saling bertemu dengan bu Megawati. Setidaknya, mana yang akan resmi menjadi pendamping kemungkinan akan mengacu pada perolehan suara pada Pemilu legislatif mendatang. Nama Prabowo, juga masuk dalam nominasi yang dianggap layak menjadi pendamping ibu Mega,” ujarnya.

“Jadi, kalau Sri Sultan memang resmi ingin berniat maju sebagai calon Presiden, itu sah-sah saja dilakukan. Paling tidak, nantinya semua para kandidat akan mengacu pada perolehan suara partainya masing-masing, ” imbuhnya lagi.

(Rachmat Hidayat)

info : Persda Network

~ oleh dhieeewhe pada 28 Oktober 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: