c!Nt@ s3peRti m3N@nt! bis

Bisa di bilang cinta itu sama seperti orang yang menanti bis. heee ..🙂

Sebuah bis datang, dan kamu bilang, “Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman! Aku tunggu bis berikutnya aja deh.”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi.. nggak mau ah..”

Bis selanjutnya datang, cool dan kamu berminat, tapi seakan-akan dia tidak melihatmu dan lewat begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, “Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku”. Maka kamu membiarkan bis keempat itu pergi.

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama.

Dengan ini, kita diingatkan … sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi “ideal” menurut kita. Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita.

Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kamu masih bisa berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju tujuan, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Heee .. mungkin dengan cerita ini juga berarti, kalau kebetulan kamu menemukan bis yang kosong, kamu sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu, agar dia dapat memberi kesempatan kepadamu untuk masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu?

~ oleh dhieeewhe pada 11 April 2009.

11 Tanggapan to “c!Nt@ s3peRti m3N@nt! bis”

  1. Pertamaaaaaax…lagi..!!

  2. Dhieee…, apa ini versi lain dari cerita tentang Aristoteles yang bertanya tentang cinta pada Plato ya?

  3. Cinta bahasan yang terlalu agung
    rasanya diriku blom pantas untuk membahasnya🙂

  4. wah, bagus2… Cinta di ibaratkan bis.. Tapi, bisa dibilang kalau kita naik bis gak boleh turun-turun donk?? Kalo kta turun kita akan meninggalkan bis itu alias cinta kita… Huhu… TT

  5. keren kie postinganmu. Tapi ketok e rodo salah deh nek cinta diibaratkan seperti menunggu bis. Tapi yo iso wae deng dari sisi yang lain. Cen pinter berkata2 kok mbak dyah sek cantik iki

  6. cinta itu banyak ibaratnya yah,,,
    hehehehehehe

  7. Wah di ternyata juga seorang pujanggawati…

  8. klu daku pas ada bis yan9 ditun99u,kLu nda penuh ya naek tapi kLu penuh nun99u yan9 bis selanjutnya,capek berdiri hehehhe…

    ** ditimpuk dhiee komen nda nyambun9..

    emmm..pen9ibarataNnya kerennn..🙂

  9. => Johan
    mmm .. mungkin saja bang jo😆

    => aNGga Labyrinth™
    heee .. terlalu ribet dan rumit
    ^_^

    => David Liusman
    heee .. yang dimisalkan klo bis itu cinta kita bukannya dalamnya untuk kita duduk dan ga boleh turun ..
    ckcckcck .. coba baca lagi biar ngerti ..😆

    => phery
    heee ..😳

    => galih
    bukan iabarat … tapi itimur .. iselatan
    heeee …

    => aris
    waduhhh .. bukan ko mas aris😳
    nama dhie ga ada watinya
    ckcckckckck

    => wi3nd
    heee .. dhie ga bakal timpuk kok mbak
    ^_^

  10. .😉

    btw, sebaiknya ambil yg pas lagi lewat aja kali ya..😕
    *gimana cara tau ada cinta bis yg lewat..?😕

  11. heee … klo bis sih kelihatan ya klo lewat
    klo cinta ??? masak nggak thu klo ada sinyak gitu
    ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: