Säjiân d!bäLîk sênyümmu …

Lelah dan rasa kesal itu masih ada. Sudah dua kali rencana jalan-jalan kita gagal. Dan aku masih bisa memaklumi, aku tahu kamu memang sedang sibuk.

“habis asyar aku jemput”

Pesan singkat itu aku terima saat mataku masih berat dan enggan untuk terbuka. Aku kira hari ini akan menjadi hari yang sunyi bagiku, makanya siang hari ku rebahkan tubuhku sambil bercakrawala dengan novel yang masih belum terselesaikan ujungnya. Ternyata aku sampai terlelap.

Deru mesin kuda besimu, sayup terdengar. Ku hampiri dan kau sambut aku dengan senyum khasmu. Seperti ada yang tersimpan dalam senyummu. Kami berlalu pergi. Entahlah… Kemana dia akan membawaku pergi?? Aku hanya diam dan menyimpan tanya ini. Dia memang sosok yang sulit dibaca. Kadang mengejutkan dan tak terduga, inilah yang membuat dia berbeda.

Sang surya masih bersandar malas di sana, terkadang bersembunyi dibalik mega-mega. Jalan panjang dan berliku kami lalui … Sepertinya dengan buas jalan menelan kami.

Dia sandarkan kuda besinya untuk berpijak pada mayapada ini. Tak banyak yang bisa ku ungkapkan, aku hanya bisa tersenyum dan berkata “terimakasih”. Sudah lama aku ingin menikmati sunset di Paris ini. Kami melangkah, menyatu dengan butir-butir pasir. Bersahabat dengan gemuruh ombak dan angin yang membawa pasir berterbangan.

Kami duduk beralaskan onggokan kayu rapuh yang terdampar. Menyapa alam dan menghirup udara dalam-dalam. Ku rengkuh kedamaian dan ketenangan dalam jiwaku. Semburat suram diwajahku mungkin kini sedikit luntur.
Kami berbincang-bincang dan sesekali memperhatikan tingkah alam beserta semua orang yang asyik pada dunia mereka masing-masing.

Namun😦 … Sungguh disesalkan … kami tak dapat menikmati indahnya sunset hari ini. Dalam hati tetap aja aku ucapkan “terimakasih padamu yang telah membawaku merasakan kelegaan dalam jiwaku yang sempat terdampar”🙂

Mendung telah berterbaran, menyelimuti hamparan langit. Kelam dan pertanda rintik hujan akan berhamburan.

Mmmm … Mungkin suatu saat nanti kita bisa menyaksikan eloknya sunset di Paris ini. Suatu saat nanti .. ya … suatu saat nanti … mungkin kita akan kembali😆

~ oleh dhieeewhe pada 5 Mei 2009.

5 Tanggapan to “Säjiân d!bäLîk sênyümmu …”

  1. pasti kembali dhiee..
    yakinLah ituh,dan kalian bisa menikmati indahnya sunseT diparis nantinya😉

    • dhie pengennya gitu mbak🙂
      tpi dhie udah tahu jawabnnya ..
      ‘nggak akan kembali” 😥

  2. Bukan gendut dhie… tapi perutnya keliatan lebih besar gitu..hehe… padahal badan q ceking…kikikik…makanya fitness keras dulu… sampe usus serasa putus..hehe..

  3. tak harus bersamanya kan untuk bisa kembali menikmati sunrise / sunseT diparis dhiee ?

    so cheers up nduK ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: