m@åfkân äkû …

“haruskah aku bertelanjang kaki menghampirimu dan mengemis maaf padamu?”

Ditengah kegelisahan dan kegundahanku hanya itu yang bisa ku katakan padanya. Beberapa hari tiada henti air mata ini menetes. Tampak sekali mata bengkak, wajah kusam dan badan kurus. Semakin memperlihatkan apa yang telah terjadi pada diriku ..

” kamu kenapa?”
” nggak apa-apa. Aku baik-baik saja kok  ! ”

Sekenanya aku jawab pertanyaan dari teman-temanku. Semakin hari aku semakin tertekan dengan perasaan bersalah ini. Aku merasa tersudut dan terkucilkan dari dunia ini.

“jangan lakukan itu! Baiklah aku akan penuhi permintaanmu”

Balasan yang cukup melegakan hatiku. Bagai taman tandus yang disirami air hujan. Sungguh ini sudah cukup memberikan angin sejuk bagiku. Aku hanya inginkan kata ‘maaf’ darimu. Aku tahu, aku salah. Jikapun kamu tidak ingin bertemu denganku lagi, ijinkan untuk terakhir kalinya …

Dengan mata bengkak tertutup kacamata, aku berjalan menghampirinya. Ku sembunyikan wajahku darinya. Aku menghindar dari pandangnnya. Sungguh … ingin rasa agar bumi membenamkan aku ..

Tak sanggup aku melihat wajahnya apa lagi memandang sorot matanya. Sepertinya di sana tertulis amukan dan amarah untuk ku..

Dia bawa aku dimana hanya alam menemani. Penuh ketenangan dan kedamaian. Ku hirup nafas dalam-dalam. Uh.. Ingin sekali aku berteriak namun tak bisa. Di sana .. gemercik air dan senandung kicauan burung menemani kami.

Di atas batu besar, kami lepaskan penat dan jenuh ini. Derita .. Siksa .. Semua telah ku utarakan padanya .. Semua yang menjadi kegelisahanku selama beberapa hari ini.

“aku tidak perlu memaafkanmu. Kamu tidak melakukn kesalahan. Semua ini kesalahanku sapenuhnya “
itulah yang dia ucapkan padaku..

Sungguh .. Tak bisa lagi ku bendung airmata ini. Sebuah jawaban yang tak terduga..

Dia hapus airmataku dan kembali berkata

“maafkn aku”

Dalam peluknya, aku hanya bisa menangis. Jauh disana terdengar riuh rendah alunan lagu drive, semakin membuat aku tak sanggup berhenti dari tangisku.

Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus melepasmu dari hidupku
Tak ingin lukai hatimu lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama

Maafkan aku yang biarkanmu
Masuk ke dalam hidupku ini
Maafkan aku yang harus melepasmu
Walau ku tak ingin

Mungkn ini adalah pertemuan terakhir kita. Aku mengerti … Mengapa semua ini harus terjadi.  Dan aku semakin mengerti “maafkn aku”

~ oleh dhieeewhe pada 23 Mei 2009.

24 Tanggapan to “m@åfkân äkû …”

  1. sedang galau ya…
    ceilah bahasa saya…

  2. so romantic
    mengapa ada kata2 maafkan itu ya?
    *binun mode on*🙂

  3. Jangan ngomongin masalah “telanjang” dhie… walaupun cuma telanjang kaki…. :p

  4. indahnya saling memaafkan

  5. waduh lagi patah hati kaya’e. sekedar saran ae, kalao lagi sedih jangan sekali-kali mendengarkan lagu sedih. hal ini akan membuat kita makin larut dalam kesedihan. lebih baik dengerin lagu yang riang, ceria seperti rock, poprock kalao perlu dangdut koplo sekalipun hehehe

    oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya terutama dalam tulisan ‘manjakan mata, telinga dan waktu anda dengan samsung LED TV’. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet

  6. ketika gundah gulana menyapa, ada baiknya langsung bertanya padanya
    bagaimana?

    • dhie sudah bertanya , namun dhie tdk mendptkan jwban seperti yg dhie ingini😦

  7. lagi gundah gulana nih??? cie…

  8. sip, mntap, sekalian tukeran link n salam kenal..

    • trimkasih🙂
      salam kenal dan salam persahabatan dari dhie
      udah di link tu😉

  9. saya maaf kan🙂

  10. Tak ada yang salah, yang salah hanya sudut pandang kita, maafkan dirimu juga

  11. iki mbahas opo to?

  12. we have same situation dhiee..
    bedanya aku nda akan pernah meminta maaf padanya,never eVer,dan lebih baik tak bertemu unTuk selamanya,meski ia bersimpuh sekalipun,tak akan pernah..,

    u so nice dhiee.. pemaaf,i haVe to learn with u,perlahan.. aJari aku yaa..?? thx

    • heee …🙂 kadang kita harus lebih bijak dalam hidup ini
      klo kita tidak memaafkan toh kita tidak dapat apa-apa
      tapi jika kita mencoba memaafkan, paling tidak tidak ada lagi beban di hati dan pikiran kita ^_^
      iya khan mbak😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: