Armada Band – Buka Hatimu

•24 Oktober 2009 • & Komentar

Lagi menjamur lagu meloy-meloy di Indonesia saat ini,  seperti pakai cengkok gitu ;) . Seperti salah satu band ini, Armada band. Tidak menyangka ternyata band ini sebelumnya sudah terkenal … yaaa Kertas Band.  KERTAS Band adalah salah satu band indie-pop yang cukup terkenal di Palembang dan sekitarnya. Dari awal personilnya adalah Rizal [vokal], Radha [gitar], Andit [drum], Endra [bas] dan Argha [gitar]. Secara resmi, mereka yang awalnya personil dari band yang berbeda-beda memproklamirkan KERTAS Band, Mei 2005.

armada-bandPerubahan nama juga menjadi pertimbangan mereka kepada fans.  “Kita tahu, mungkin orang akan anggap kita ini band baru, tapi nggak apa-apa karena kita siap dengan konsekuensi itu kok,” terang pemilik nama lengkap Tsandy Rizal Adi Pradana ini kalem.

Untuk album kedua, ARMADA mengaku ada beberapa perubahan yang dilakukan.

“Album pertama sebenarnya kita suka, tapi album ini lebih menunjukkan siapa ARMADA sesungguhnya,” tambah Andhit. “Paling tidak, ide-ide yang tidak tersalurkan di album sebelumnya, bisa kita akomodir di album ini,” sambung Rizal. Kemudian kalau album pertama ada tiga lagu ciptaan orang lain, termasuk single jagoan, untuk album kedua ini semua lagu dan aransemen adalah ciptaan ARMADA. “Album ini juga lebih nge-rock!” tegas Endra nyamber.

Ciri melayu yang melekat pada vokal Rizal, juga masih kentara di album kedua. “Melayu dalam konsep kita memang lebih merujuk pada warna vokal sih,” jelas Rizal, yang karakternya memang kental dengan ornamen melayu. Padahal ketika masih ngeband sendiri, mereka kerap memainkan komposisi rock ala Mr BIG atau Dream Theater.

Salah satu di album kedua ini adalah “Buka hatimu”.. asyik mendengarkan lagu ini :) gini ya liriknya :

Aku telah lelah mengikuti
Semua langkah kakimu
Dan mengharap bisa memiliki
Berbagai cara telah aku lakukan
Untuk hidupmu
Hingga aku mengorbankan hidupku

Buka hatimu
Bukalah sedikit untukku
Sehingga diriku
Bisa memilikimu

Betapa sakitnya
Betepa perihnya hatiku
Selalu dirimu tak menganggap ku ada

Bisa nguping di sini Armada Band – Buka Hatimu :) sambil kerja, baca buku,  nyantai , ngopi .. hiiii :)

Mäknäi ke!Ndähannya …

•24 Oktober 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saat aku tertidur tak berdaya.. Hanya bisa menerawang jauh ke langit-langit ..
Saat diri ini terlalu lelah, saat seperti ini baru ku mengerti ..

Hari-hariku begitu padat …
walau penat, bosan tak mampu berbuat apa-apa namun tubuh ini mendapatkan bahagianya
yaa..  dia tenang dalam kelemahannya..
sleepMungkin tak memandang betapa ini sangat indah .. Saat segalanya terhenti oleh waktu
biar.. biarkan raga ini beristirahat dan jiwa ini masih berkelana ..

Ingin ku sandarkan isi kepalaku sejenak..
Terhenti dari aktivitas panjang yang menyesakkan kepala
bernafas dari rongga-rongga sisa kesibukan
dan berjalan ringan kembali …

Tak kan bibir ini berucap akan apa itu..
cukuplah setitik kesegaran ini ku cecap
terimakasih untuk senja yang masih membusungkan dadanya, berbangga …

Esok kan ku jelang kembali indahnya ciap itu ^_^

Nidji – Sang Mantan

•17 Oktober 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sepertinya sedikit berbeda dengan lagu nidji yang lain :) dhie senang dengar lagu yang satu ini, gini nich liriknya :

Dulu aku kau puja
Dulu aku kau sayang
Dulu aku sang juara
Yang slalu engkau cinta
Kini roda telah berputar

Kini aku kau hina
Kini aku kau buang
Jauh dari hidupmu
Kini aku sengsara
Roda memang telah berputar

Reff:
Mana janji manismu
Mencintaiku sampai mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku terpuruk sendiri
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Sakit teriris sepi
Ketika cinta telah pergi
Akulah sang mantan
Akulah sang mantan

Mana janji manismu
Setia sampai aku mati
Kini engkau pun pergi
Saat ku jatuh dan sendiri

Back to Reff

Mana janji janjimu

Mmmm …. emang melow gimana gitu tapi bagus khan ;) heee … bisa nguping bentar klik  NIDJI ~ Sang Mantan

s!sa tig@ Kawat di p3Rut ibu Noorsyaidah

•27 September 2009 • & Komentar

Sudah lama tidak terdengar kabar tentang ibu Noorsyaidah, masih ingat bukan dengan manusia kawat ?! Ibu Noorsyaidah  ternyata, selama 5 bulan Noor berangkat ke Jakarta untuk belajar agama pada Mamah Dedeh, ustadzah dan penceramah kondang.

Setelah belajar selama 5 bulan, kini Noor kembalkwat_noori ke Sangatta. Terjadi perbaikan yang cukup ajaib pada penyakitnya yang fenomenal. Saat awal keberangkatan dulu, 47 kawat keluar dari perutnya, kini tinggal 3 kawat. Sedangkan berdasarkan hasil rontgent terbaru, di dalam perutnya kini masih tertinggal 10 kawat.

“Alhamdulillah, banyak perkembangan selama di Jakarta,” katanya. Salah satu yang menonjol, setiap kali ikut Mamah Dedeh mengisi pengajian dan didoakan jamaah, satu kawat terlepas dari perutnya. “Biasanya Mamah memang memperkenalkan saya pada jamaah, kemudian jamaah mendoakan kesembuhan saya,” katanya.

Selain didoakan jamaah pengajian, ia juga rutin mengikuti terapi penyembuhan zikir pada seorang dai yang disebutkannya bernama Ustadz Ihsan. “Setelah dzikir biasanya ada kawat yang lepas,” katanya.

Noor begitu bahagia di Jakarta. Hari-hari yang panjang dilewatinya dengan penuh makna. Terlebih ketika Mamah mengajaknya mengisi pengajian di kampung-kampung. Ia pun banyak bertemu dengan para ibu yang histeris, bahkan memeluknya sampai menangis. “Mereka heran, walaupun saya sakit, tapi masih bisa tertawa ngakak,” katanya.

Bahkan beberapa kali anggota jamaah pengajian menjadi tercerahkan dengan ketegaran dan kesabaran Noor. Terutama mereka yang mendapat ujian kesulitan, terutama kesehatan. “Jangan pernah merasa sebagai orang paling menderita di dunia. Maka kita akan menjalani hidup dengan lebih kuat,” katanya.

Saat-saat di Jakarta begitu bermakna. Namun ia tak bisa melupakan amanahnya sebagai ketua majelis taklim di lingkungannya dan sebagai guru di Play Group Noorul Iman. “Saya berulangkali meminta pulang, namun Mamah berulangkali menolak. Bahkan Mamah meminta saya tinggal di Jakarta,” katanya.

Namun karena pengajian sempat vakum, dan play group tidak maksimal, maka ia memutuskan untuk kembali ke Sangatta. “Kalau ada rezeki, insya Allah saya kembali ke Jakarta nanti,” katanya.

Kepada Noor, Mamah mengatakan, bahwa apa yang dideritanya adalah ujian Allah. Dan kawat yang tersisa menjadi sarana mengingat kebesaran Allah. “Bila rasa sakit muncul, saya biasanya berwudhu, shalat dua rakaat, lalu mengaji. Tapi bila masih sakit, saya pun berdoa, ya Allah berilah kenikmatan di balik rasa sakit ini,” katanya.

Kenikmatan itulah yang Noor rasakan bulan Ramadhan lalu. “Biasanya ada saja puasa saya batal karena menahan sakit. Tapi Alhamdulillah Ramadhan tahun ini lancar,” katanya. Ia pun bisa berpuasa, bertahajud, membaca Al Quran, membagikan sembako, melaksanakan pengajian, mengurus play group, dan aktifitas lain,” katanya.

Kepada masyarakat luas, Noor menyampaikan permohonan maaf lahir dan bathin. Ia pun mengajak masyarakat menyadari betapa besarnya nikmat Ilahi pada kehidupan manusia.

Ia juga bersikukuh untuk tetap menjalankan pengobatan medis dan syar’i, serta menolak terapi bernuansa syirik,mistik, dan perdukunan. “Kalaupun saya harus kembali pada Allah, biarlah saya kembali dalam keadaan seperti ini. Saya tidak ingin menghadap Allah dalam keadaan syirik,” katanya.

(info : kompas)

Secuil k@ta …

•7 Agustus 2009 • & Komentar

Maaf teman-teman semua ^_^ sudah lama tidak memberi kabar
Huff hari-hari dhie lagi penuh tantangan dan lagi dalam percobaan yang membantai …
Terimakasih untuk supportnya :) mas arissugianto juga Hamster Copo

Sekedar coret-coret saja :mrgreen: ,,,,

Telah ku rebahkan hatiku dalam lelah yang teramat sangat
Saat ku menanti kembali akan kedatangannya
Kini telah hadir menimang hatiku
Membelai dengan lembut dan penuh kasih

“jangan menangis lagi” kalimat itu diucapkannya dan dia memandangku lekat-lekat
aku hanya bisa terdiam … dalam peluk hangatnya

guNd@H di h@t! …

•5 Juli 2009 • & Komentar

Sejenak ingin tepiskan kegundahan di hati :cry: namun tetap saja ada bayang-bayang yang semakin membuatku gundah …
Mungkin sajak ini tepat untuk ku saat ini ..


Berdiri Aku karya Amir Hamzah

Berdiri aku di senja senyap
Camar melayang menepis buih
Melayah bakau mengurai puncak
Berjulang datang ubur terkembang.

Angin pulang menyeduk bumi
Menepuk teluk mengempas emas
Lari ke gunung memuncak sunyi
Berayun-ayun di atas alas.

Benang raja mencelup ujung
Naik marak mengerak corak
Elang leka sayap tergulung
dimabuk wama berarak-arak.

Dalam rupa maha sempuma
Rindu-sendu mengharu kalbu
Ingin datang merasa sentosa
Menyecap hidup bertentu tuju.

Ku arahkan pandanganku pada setiap ujung kamarku .. tak ku temui jawaban ?? :?: Pandangan ku meniti langit-langit dan dinding bisu .. tetap tak ku temui jawaban apapun .. aku hanya bisa terdiam dan merangkai lagi tanya … tanya dan tanya …